Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Judul Buku Perjanjian Baru Penulis Pdt. Dr. Samuel Benyamin Hakh Terbit Tahun 2019 Halaman 432 Halaman ISBN 978-602-231-690-9 Penerbit Mulia Nama Peninjau Talita Tlonaen Lembaga Afilisiasi Peninjau Institut Agama Kristen Negeri IAKN Kupang Alamat Email Peninjau tlonaentalita A. Pendahuluan. Dalam Alkitab, khususnya Perjanjian Baru, merupakan buku atau tulisan yang dituangkan untuk menjelaskan betapa indahnya kasih setia Tuhan kepada umat-Nya. Untuk memahami isi dan maksud yang ada di dalam Alkitab, setiap orang Kristen dituntun untuk mengetahui latar belakang dan konteks perikop ataupun ayat yang dibaca. Namun sampai saat ini, walaupun Alkitab khususnya Perjanjian Baru sudah ditulis dalam bahasa Indonesia, tetapi tidak semua pembaca dapat memahami setiap makna yang terkandung dalam perikop atau ayat tertentu. Hal ini disebabkan karena tulisan-tulisan yang ada di dalam Perjanjian Baru ditulis berdasarkan sejarah, keadaan sosial, politik, kebudayaan dan latar belakang permasalahan teologis yang berbeda dengan pembaca masa kini. Oleh karena itu, untuk memahami makna dari setiap perikop atau ayat tertentu, setiap orang disarankan untuk lebih tekun dalam mendalami setiap ayat yang dibaca karena adanya kemungkinan bahwa makna teologis dari setiap ayat juga bisa direfleksikan pada keadaan hidup setiap pembaca saat ini. A. Rangkuman Isi Buku Penulisan buku ini dimulai dengan suatu uraian singkat mengenai latar belakang sejarah, keadaan sosial budaya dan keadaan sosial politikdan agama menjelang, dan selama kelahiran dan masa pelayanan Yesus sebagai Juruselamat di Palestina sampai pada kebangkitan Yesus dari antara orang mati dan berdirinya jemaat perdana yang didirikan oleh Paulus dalam pelayanannya. Dalam buku ini juga dituliskan mengenai berbagai tulisan-tulisan Paulus yang bersifat umum karena penulisan surat-surat tersebut tertuju pada jemaatnya, orang-orang kudus dan sedangkan ada juga surat yang bersifat pribadi karena ditujukan kepada beberapa jemaat yang sudah dianggap Paulus sebagai saudara sepelayanan dalam Kristus yaitu Timotius dan Titus. Tulisan-tulisan Paulus diantaranya adalah Kisah Para Rasul, Roma, 1 dan Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, 1 dan 2 Tesalonika, 1 dan 2 Timotius, Filemon, dan Ibrani. Dalam buku ini juga menjelaskan tentang Injil beberapa Injil dianataranya adalah Matius, Markus, Lukas, Yohanes, dan Kisah Para Rasul. Selain itu, dalam buku ini juga dituliskan mengenai surat-surat Am. Surat-surat ini diantaranya adalah Yakobus, 1 dan 2 Petrus, 1, 2 dan 3 Yohanes, Yudas dan Wahyu. Diakhir penulisan buku juga dicantumkan penyusunan kanon Perjanjian Baru. Tujuan penyusunan kanon ini adalah untuk pengukur, kaidah atau patokan untuk memahami setiap ajaran yang ada dalam Perjanjian Baru. Kanon ini juga diartikan sebagai norma, kaidah atau aturan yang dijadikan standar atau kriteria yang digunakan untuk menilai sesuatu. B. Keunggulan Buku - Penulisan buku ini sangat baik karena penulis berusaha menjelaskan dengan baik mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan Perjanjian Baru - Dalam penulisan buku ini, terdapat berbagai konflik seperti adanya golongan non Yahudi atau Yudaisme. Selain itu, penulis juga menjelaskan mengenai konflik yang terjadi di antara pelayan Kristus seperti perdebatan antara Petrus dan Paulus dalam pelayanan. Konflik-konflik yang terjadi ini dapat menjadi bahan refleksi bagi jemaat pada masa kini. - Penulisan surat-surat Paulus yang ada pada buku ini lebih banyak mengenai argumentasi-argumentasi yang biasanya berhubungan dengan persoalan hidup yang terjadi dalam jemaat C. Kelemahan Buku - Dalam penulisan buku ini pada bagian BAB IV penjelasan setiap injil, kisah para rasul, kitab dan surat-surat ditulis secara tidak teratur. Dimana dalam BAB IV penulisan injil tidak berurutan seperti dari injil Matius sampai injil Lukas. Tapi penulisan injil dimulai dari Markus, Matius dan akhiri dengan Lukas. - Penulis menyatakan bahwa surat 2 Timotius dan Titus penulisnya bukan Rasul Paulus karena adanya perbedaan teknik penulisan. Namun dalam buku Tafsiran Masa Kini 3 yang ditulis oleh Nikson dan Hams menyatakan bahwa Paulus sendirilah yang menulis kedua surat tersebut. - Dalam penulisan mengenai Injil Yohanes, tahun penulisan injil tersebut tidak dicantumkan secara jelas. - Dalam penulisan injil Matius, Penulis tidak menjelaskan secara mendetail tentang latar belakang kehidupan keluarga Yesus. D. Penutup Setiap orang Kristen yang ingin memahami berita Alkitab, khususnya Perjanjian Baru,tentu mudah membacanya, tetapi belum tentu mudah memahaminya. Karena, untuk memahami dengan benar isi Perjanjian Baru sangat diperlukan pengetahuan mengenai latar belakang, dan pergumulan iman serta persoalan teologis jemaat yang kepadanya tulisan-tulisan ini ditujukan. Dalam memahami isi Alkitab khususnya Perjanjian Baru, sering timbul pertanyaan mengenai pokok-pokok teologis dari setiap tulisan dalam Perjanjian Baru, karena penjelasan terkadang tidak terungkap secara pasti. Timbulnya ketidakjelasan dalam memahami Perjanjian Baru inilah yang sering menimbulkan berbagai perspektif yang keliru mengenai maksud dan isi dari Perjanjian Baru itu sendiri. Dalam buku ini dijelaskan tentang bagaimana latar belakang sejarah, sosial budaya, dan politik jemaat pada saat itu dan uraian-uraian mengenai pokok-pokok teologis dari setiap tulisan dan terlebihnya penulis menguraikan tentang pengaktualisasian dalam setiap aspek kehidupan jemaat saat ini. Oleh karena itu, penulisan buku ini disarankan kepada pembaca untuk menjawab setiap persoalan yang terjadi dalam memahami Perjanjian Baru. Buku ini juga disarankan kepada mahasiswa yang berkecimpung dalam rana teologi, orang Krsiten maupun setiap pelayan khusus dalam jemaat agar dapat menjadi acuan atau pedoman dalam melaksanakan tugas dan pelayanan sebagai hamba Allah. Daftar Pustaka Hakh Samuel B., Perjanjian Baru, Jakarta BPK. Gunung Mulia, 2019 Nixon, & Harris P. Nasution, Tafsiran Masa Kini 3. Jakarta Mulia, 2013 ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication.
A Latar Belakang Permasalahan Pembangunan pada hakikatnya adalah upaya untuk mewujudkan tujuan sosial, ekonomi, budaya, politik dan hal lain yang menyangkut hak serta kebebasan rakyat dalam suatu negara atau pemerintahan. Dalam Pembangunan Nasional harus diselenggarakan secara merata Developer Dalam Perjanjian Kredit Perumahan Rakyat67% found this document useful 3 votes9K views7 pagesOriginal TitlePENGANTAR PERJANJIAN BARU 1Copyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?67% found this document useful 3 votes9K views7 pagesPengantar Perjanjian Baru 1Original TitlePENGANTAR PERJANJIAN BARU 1Jump to Page You are on page 1of 7 You're Reading a Free Preview Pages 4 to 6 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Ay1V7vK.